Wednesday, November 30, 2016

Jejak Ilmuwan : 'Abbas Ibnu Firnas (810 - 888 S.M.)

Pada abad ke-8, seorang Muslim Sepanyol, Abbas Ibnu Firnas, telah menemukan, membangun, dan menguji konsep pesawat terbang. Konsep pesawat terbang Ibnu Firnas inilah yang kemudian dipelajari Roger Bacon lepas 500 tahun setelah Ibn Firnas meletakkan teori-teori dasar pesawat terbang.

Sekitar 200 tahun setelah Bacon atau 700 tahun pasca uji cuba Ibnu Firnas, barulah konsep dan teori pesawat terbang dikembangkan.


Pada tahun 875, Ibnu Firnas membuat sebuah prototaip atau model pesawat terbang dengan meletakkan bulu pada sebuah bingkai kayu. Inilah catatan dokumentasi pertama yang sangat kuno tentang pesawat terbang layang.

Salah satu dari dua versi catatan konstruksi pesawat terbang Ibnu Firnas menyebutkan, setelah menyelesaikan model pesawat terbang yang dibuatnya, Ibnu Firnas mengundang masyarakat Cordova untuk datang dan menyaksikan hasil karyanya itu.

Warga Cordova saat itu menyaksikan dari dekat menara tempat Ibnu Firnas akan memperagakan penemuannya. Namun karena cara meluncur yang kurang baik, Ibnu Firnas terhempas ke tanah bersama pesawat layang buatannya. Dia pun mengalami cedera punggung yang sangat parah. Cederanya inilah yang memaksa Ibnu Firnas tidak berdaya untuk melakukan uji cuba berikutnya.

Versi kedua catatan ini menyebutkan, Ibnu Firnas lalai memperhatikan bagaimana burung
menggunakan ekor mereka untuk mendarat. Dia pun lupa untuk menambahkan ekor pada model pesawat layang buatannya. Kelalaiannya inilah yang mengakibatkan dia gagal mendaratkan pesawat ciptaannya dengan sempurna.

Cedera punggung yang tidak kunjung sembuh menyebabkan Ibnu Firnas menumpukan pada projek-projek penelitian di dalam makmal. Dia pun meneliti gejala alam dan mempelajari mekanisme terjadinya halilintar dan kilat. Ibnu Firnas berhasil mengembangkan formula untuk membuat gelas dan kristal.

Sayang, tidak lama setelah itu, tepatnya pada tahun 888, Ibnu Firnas wafat dalam keadaan berjuang menyembuhkan cedera punggung yang diderita akibat kegagalan melakukan uji cuba pesawat layang buatannya.

Sekilas tentang Abbas Ibnu Firnas atau Abbas Qasim Ibnu Firnas (dikenali dengan nama Latin Armen Firman) dilahirkan di Ronda, Sepanyol pada tahun 810 M. Beliau dikenali sebagai orang Barbar yang ahli dalam bidang kimia dan memiliki karakter yang humanis, kreatif, dan kerap menciptakan barang-barang berteknologi baru pada saat itu.

Pemuda yang suka bermain muzik dan berpuisi ini hidup pada saat pemerintahan Khalifah Umayyah di Sepanyol (dulu bernama Andalusia). Masa kehidupan Ibnu Firnas seiringan pada masa kehidupan pemuzik Irak, Ziryab.

Pada tahun 852, di bawah pemerintahan khalifah baru, Abdul Rahman II, Ibnu Firnas membuat pengumuman yang menghebohkan warga Cordova saat itu. Dia ingin melakukan uji cuba ‘terbang’ dari menara Masjid Mezquita dengan menggunakan ‘sayap’ atau jubah tanpa lengan yang dipasangkan di tubuhnya.

Dia berhasil mendarat walau pun dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Firnas inilah yang kemudian dikenal dengan paracut pertama di dunia. Menara Masjid Mezquita di Cordova menjadi saksi bisu kewujudan konsep pertama pesawat terbang yang lahir daripada pemikiran seorang Muslim.

Keberhasilannya itu tidak lantas membuat Ibnu Firnas berdiam diri. Dia kembali melakukan serangkaian penelitian dan pengembangan konsep serta teori daripada gejala-gejala alam yang diperhatikannya.
Karya-karya baru pun muncul daripada buah pemikiran Ibnu Firnas. bermula dari puisi, kimia, sampai ke astronomi, semuanya dipelajarinya dengan satu tujuan, iaitu mampu memberikan manfaat bagi umat manusia.

Di antara hasil karyanya yang monumental adalah konsep tentang terjadinya halilintar dan kilat, jam air, serta cara membuat gelas dari garam. Ibnu Firnas juga membuat rantai rangkaian yang menunjukkan pergerakan benda-benda planet dan bintang. Selain itu, Ibnu Firnas pun menunjukkan cara bagaimana memotong batu kristal yang saat itu hanya boleh dilakukan oleh orang-orang Mesir

No comments:

Post a Comment